Judul : Hafalan Shalat DelisaKawan, sudah pernah nonton film Hafalan Shalat Delisa? Berawal dari novel hingga film yg tak terlupakan. Apa bedanya Hafalan Shalat Delisa dengan hafalan shalatmu?
Sutradara : Sony Gaokasak
Skenario : Armantono
Produksi : PT. Kharisma Starvision Plus
Tahun rilis : 22 Desember 2011
Genre : Drama
Pemain : Nirina Zubir, Reza Rahardian, Chantiq Schagerl,Al Fathir Muchtar, Loide Christina Teixeira, Mike Lewis, Gina Salsabila, dll
Film yang diangkat dari novel inspiratif karya Tere-liye berjudul Hafalan
Sholat Delisa ini menceritakan seorang gadis berusia 7 tahun
yang kehilangan segalanya, kecuali senyumannya. Dilatarbelakangi oleh
tragedi tsunami yang melanda Aceh 7 tahun silam. Film ini diproduksi PT.
Kharisma Starvision Plus yang disutradarai oleh Sony Gaokasak. Mulai
ditayangkan tanggal 22 Desember 2011 serentak di seluruh bioskop di
Indonesia bertepatan dengan hari Ibu. Film Hafalan Shalat Delisa ini
tidak sedetail novelnya, namun film ini tetap berhasil membuat rongga
dada penontonnya sesak hingga tak ragu menitihkan air mata.
Delisa
(Chantiq Schagerl), adalah anak bungsu dari Abi Usman (Reza Rahardian)
dan Umi Salamah (Nirina Zubir) yang tinggal di pesisir Lock Nga Aceh.
Delisa memiliki 3 saudara kandung yaitu kak Fatimah (Ghina Salsabila),
si kembar kak Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan kak Zahra (riska Tania
Apriadi). Sungguh keluarga yang sakinah, tapi Abi tak bisa membersamai
keluarganya karena harus mencari nafkah di kapal perusahaan asing.
Sebagai
seorang anak muslim, Delisa kecil sedang bersiap menghadapi ujian
hafalan shalat. Setiap hari yang Delisa bawa adalah buku hafalan shalat.
Demi menyemangati anaknya, Umi menjanjikan Delisa kalung 'D untuk
Delisa'.
Tiba tanggal 26 Desember 2004, Delisa ditemani
Umi berangkat ke sekolah untuk ujian hafalan shalat. Tiba giliran
Delisa, ustadz Rahman berpesan bahwa sholat harus dilakukan dengan
khusyu'. Ketika baru saja Delisa melafalkan bacaan iftitah, terjadi
gempa dahsyat disusul tsunami. Namun, Subhanallah, Delisa tetap fokus
dengan bacaannya sampai gelombang pasang telah menyeretnya dan
menenggelamkan hampir seluruh penduduk Aceh.
Bagaimana
dengan nasib Delisa? Seorang Relawan asing bernama Adam Smith berhasil
menemukannya dengan luka dikaki kanannya. Lalu dibawanya menuju RS
darurat. Disana Delisa dirawat oleh suster asing yang cantik bernama
Sophie. Setelah siuman, dalam beraktifitas, Delisa banyak ditemani kak
Sophie dan prajurit Smith. Dan ketika Delisa mempertanyakan dimana
bagian dari kakinya dan sanak saudaranya, mereka dibuat bingung karena
belum mengerti bahasa Indonesia.
Beberapa hari berlalu,
setelah Abi pulang ke tanah air dan mencari kabar mengenai anak dan
istrinya, akhirnya Abi dapat menemukan Delisa di Rumah Sakit darurat
itu. Kemudian Abi memeluk erat anak bungsunya itu. Bagaimana tidak,
berhari-hari Abi mencari keluarganya, yang ditemuinya adalah kabar duka
ketiga anaknya telah meninggal sementara umi masih belum ditemukan.
Bagaimana
Delisa menghadapi ujian hidupnya?
Pasca bencana yang menimpanya,
Delisa dapat tegar dan bangkit dari kesedihannya. Ditemani orang-orang
tersayangnya yang tersisa Abi, kak Smith, kak Sophie dan ustadz Rahman
juga Umam temannya yang jail. Ia tetap bermain bola meski ia telah
kehilangan sebelah kakinya. Cukup menyentuh, Delisa tetap seperti
pribadi yang dulu, membawa keceriaan dan kehangatan bagi siapa saja
yang mengenalinya.
Lalu bagaimana dengan kelanjutan
hafalan shalat delisa? Apakah Delisa dapat menyelesaikan hafalannya?
Bencana yang dialami tak menghalanginya menghafal bacaan shalat, meski
terkadang Delisa masih sering merindukan Umi, dan mencoba mengerti apa
itu ikhlas. Lantas pada ending cerita Delisa dapat menjalani hidupnya
dengan ikhlas dan mendapatkan kalung 'D untuk Delisa' dari Umi tercinta.
"Umi,
Delisa cinta Umi karena Allah"
***
Alhamdulillah, Begitu indah dan
penuh kehangatan yang menyejukkan di awal ceritanya. Setiap celah
ceritanya mengandung nilai-nilai pembelajaran: nilai keikhlasan,
ketegaran, dan nilai agamis. Seperti contohnya ketika Delisa bilang “Delisa
tidak mau hadiah apa-apa , Delisa cuma ingin sholat dengan benar dan
ikhlas”, ketika tertimpa musibah pula, Delisa dapat bangkit. Film
ini benar-benar layak untuk dipertontonkan semua usia, baik orang tua,
remaja maupun anak-anak. Menjadikan kita termotivasi untuk menjadi insan
yang bersyukur, beriman dan bertakwa.
Jadi sejauh mana
kesungguhanmu dalam beribadah dibandingkan dengan Delisa?
Layaknya
film adalah buatan manusia, pasti tidaklah sempurna. Saat saya melihat
kejadian tsunami dalam film sangat terlihat bahwa tsunaminya tidak nyata
dan sebuah animasi. Sayang sekali menjadi sedikit kecewa bagi khalayak
yang telah membaca novelnya karena kejadian di film tidak sedetail
novenya. Namun, alurnya sudah dapat disesuaikan dengan novel.
Secara
keseluruhan film yang berdurasi sekitar 105 menit ini memiliki alur
yang kokoh dan menarik, sehingga membuat para penontonnya tidak dapat
beranjak dan melewatkan film ini sedetik pun.
Jadi jangan
lewatkan film Hafalan Shalat Delisa ini! :)





03.24
un unnapple un-unfun

Posted in:
11 komentar:
inspiratif dan motivatif :') jadi pengen nonton filmnyaa.. :)
Subhanallah, film yang WAJIB untuk di tonton. menyentuh sekali :)
sangat bermanfaat untuk bekal dimasa yg akan datang :) terimakasih
hahahaha, una, T.O.P.B.G.T pokoknya :D
aku suka banget sama lagunya "lembut kukenang kasihmu ibu, di dalam hati ku menanggung rindu" :)
ini kisa inspiratif ini. ini harus ditonton masyarakat indonesia ini. ini wajib ini. ini wajib ini.
walau belum nonton,tapi aku yakin ni film bagus bangett..
pengen nonton, temenku ngomongin film ini heboh banget, , ,
JANGAN LEWATKAN!!!!!!
bagus bagus bagus. nah, yang kayak gitu yang kumaksud :D
filmnya bgs bgt!! tp blm smpet nntn... :D
hahah, film nya emang bagus (⌒˛⌒ )
baru baca rngkesan udah nyesek, TT
Posting Komentar