Selasa, 17 Januari 2012

it's not to think

Aku suka hujan.
Kamu tau, hujan slalu mengingatkan aku sama kamu.* iya kamu!
Tapi tadi,
rasanya aku ingin menarik kata-kataku.
Pertama, keluar dari MK, hujan sudah mengguyuriku. BASAH.
Yah, seperti kata pepatah, "sedia payung sebelum hujan". Tujuanku ke MK memang sebenarnya sangat pas dengan keadaan yg mengapitku saat ini. Aku membeli payung dan langsung memakainya :D
Setelah itu, Hujan bikin aku langsung bergegas Sholat. Takut nantinya makin basah seragamku dan kesempatan untuk sholat makin sedikit. Aku pake lg payung baruku yang warnanya pink soft itu.
Tak lama, usai sholat, alhamdulillah hujan mulai reda :) Allah tau isi hatiku kalau aku ingin bergegas pulang. Kuambil kunci motorku di asana lalu mengambil motor yang berada di parkiran.
kunaikin motor dan kunyalakan mesinnya, GREEENG begitulah bunyinya *apaloh
nah, setelah sampai gerbang kecil, aku merasakan keanehan tersendiri, sepertinya ada yang tak beres. Tau kenapa?
BAN MOTORKU BOCOR haaaah (:O
Mau tak mau, aku dorong motorku ke tambal ban samping sekolah, dua keuntungan sebelum aku merasakan hari ini hari terburukku. Pertama aku bersyukur tambal ban nya masih buka. Kedua aku bersyukur punya teman yang masih peduli sama aku :') NURDINA LAFI QONITA namanya.

Rupanya beneran bocor (siap bokek). Tapi perutku rewel pingin diisi, aku mampir di warung mie deket situ juga, lumayan lah nganget. 15 menitan berlalu aku kembali kebengkel. Tinggal beberapa sentuhan lagi untuk mewaraskan motorku.Tiba-tiba ajaaa HUJAN MALAH MENGAMUK. Aku berteduh sejenak ditempat yang gak lebih luas dari 3x1 meter itu dengan harapan hujan cepat reda.
5 menit, 10 menit, 15 menit berlalu. bajuku makin basah gara-gara atap seng tambal bannya berlubang. Aku periksa handphoneku, ada sms dari teman sebangkuku AFI. isinya "Kesabaran adalah peredam amarah terdahsyad". Pas sekali, batinku dan aku coba mengamalkannya saat itu juga. Rupanya pak tambal ban sudah dijemput anaknya dan bergegas menutup bengkelnya. Karna aku gak enak, aku memaksakan diri untuk mengendarai motorku yg uda kembali waras di tengah derasnya *bukan main derasnya* hujan menerpa. Tetesan air kiriman Allah, menghantam mukaku yang tanpa lindungan helm, menghalangi penglihatanku untuk mengemudikan motor. Jalan penuh dengan air, air yg tak sedikit, sangat tak sedikit.
Kembali ke sekolah, posisi baju yang berbeda dari aku meninggalkan sekolah 1jam sebelumnya. BASAH. Eh waktu buka asana lagi-lagi kesabaranku diuji. Asana kembali BOCOR. Aku dan Dina ambil baju sisa baksos tahun lalu di gudang belakang asana Tonti yang segelap itu!
Misi penanggulangan banjir di asana telah diatasi. Badanku mulai meriang. Sementara hujan masih saja membasahin kota Istimewa ini.
Selang 15menit hujan mulai mending. Sekarang berubah menjadi gerimis. Aku Bergegas pulang.
Dalam perjalanan pulang yang dinginnya bukan main, rasanya lagu nya ipang cocok sama keadaan hatiku saat ini deh, liriknya ngepaas ~
klik

2 komentar:

Malika Nur Azkiyah mengatakan...

aku masih ingat juga lhoo..
waah, Una.. bikin aku mikir, apa aku bisa sesabar kamu? hoho.. gatau kenapa, mbaca tulisanmu bikin aku merasa hari-hariku selalu indah.. =D

Unknown mengatakan...

jadilah orang paling seneng sedunia na..........:)

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes