Jumat, 06 Januari 2012

Diary ke-colongan

di ambil dari catatan -itu,
29 maret 2010.

aku terbangun dikejutkan oleh tangan kecil nan lembut yang mengusap keningku. "tahajud na," ucapnya lembut dengan tatapan yang sedikit ngeri' padaku.yach, aku mengerti apa yang ada dibatinnya. mata merah yang slalu menghiasi wajah ling-lungku stiap pagi.
aku mencoba menyadarkan diriku 'total', paling enggak nyicil duduk terlebih dahulu. sempet tebesit dipikiran bubu' agi.. tapi, eeiiits!
beranjak kaki kecil ini menuju mushola, ruangan yang gelap, sepi, menyeramkan dan mencekam. hanyalah ada dinda, nabila, dieni dan imah ja. tapi, memang keadaan ini yang ku inginkan.
lampu kecil yang hanya 5 watt menyala di pojok kanan atas tergantung di eternit ikut menambah kekhusu'an sholat sunnah mu'akad yang sedang ku dirikan.ditambah suasana menjelang pagi yang khas dan udara dingin yang 'beerr'!
diwaktu yang singkat tapi penuh makna, tiga perempat malam terakhir ini. hanya beberapa tutur kata yang terus diulang-ulang aku panjatkan pada sang Robb, Al-khaliq.
mataku yang awalnya memandang sajadah coklat kesayanganku kini berhijrah pandangan, mengikuti gerak lincah jarum panjangdisusul gerak lamban si pendek setelah beberapa kali terlewati putaran si panjang. begitulah terus, pergerakan si panjang dan pendek yang kembar tapi beda itu.dari kemarin, sekarang dan esok akan tetap berputar.
hufth, hari penentuan tibalah sudah. 3 jam, 49 menit dan 24 detik lagi! lembaran soal yang dapat dihitung jari tlah menantiku untuk lekas aku kerjakan. jari jemari kan menggerakkan pensil 2b berpolkadot indah nantinya pada kertas LJKku.

* * *

tanganku gemetar, ketika aku melangkahkan kaki menuju gedung putih tempat aku bertemu monster atau malaikat penolongku nantinya. entah, siap nggak siap, aku harus siap!
bersambung.... :p

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes