Rabu, 15 Juni 2011

Surat Cinta bagi dirinya yang merasa dicintai


Ukhtii muslimah,
Sebelumnya,
Tolong berhenti membaca ini jika memang kau tak ada niat untuk membacanya.
Berhenti baca ini kalau kau masih belum memunculkan tekatmu untuk berubah.
Ini tak lebih dari secarik surat lusuh tak berarah bagi dirimu yang tak memahaminya.
Maka sekali lagi saya sarankan, ini hanya untuk orang-orang penting bagi yang merasa dirinya penting untuk mengetahui ini..

Afwan sebelumnya, saya terlalu bertele-tele.
Dan saya akan mulai dari sini.

Pertama saya tanya, Anda yang membaca ini seorang Akhwat (baca:perempuan) bukan?
kalau bukan, pikirkan kembali sebelum melanjutkan!















dan akhirnya sampai dipenghujung surat.
Untuk mengakhiri ini, saya beri satu penutup. Semoga dapat bermanfaat :D


wahai saudari ku MUSLIMAH,
untuk SIAPA sebenarnya ENGKAU BERHIAS?
untuk SIAPA sebenarnya ENGKAU PAMERKAN AURATmu?
jika kalian Jawab: “AKU memamerkannya agar ORANG-ORANG MENGETAHUI bahwa AKU CANTIK, AKU MANIS, AKU MENARIK, AKU SEKSI, dan KELEBiHAN pada diriku”
MAKA KAMI KEMBALI BERTANYA: ..??

“APAKAH KAMU RELA, KECANTIKANMU itu dinikmati oleh ORANG-ORANG yg DEKAT dan JAUH darimu, RELAKAH dirimu MENJADI BARANG DAGANGAN yang MURAH bagi semua orang atau menjadi BARANG PAJANGAN yg semua orang dapat melihatnya, baik yg jahat maupun yg terhormat?
Ingatlah waktu seorang pembeli ingin membeli sebuah barang dagangan yang dipajang, bagaimana mereka membolak-balikkan barang tersebut, jika tak tertarik dia tinggalkan, mencari yg lain lagi, kemudian membolak-balikkan lagi, setelah ketemu dan mau dibelinya, dia akan meminta pada seorang petugas untuk mencarikan barang yang sejenis dan masih terbungkus rapi yang belum disentuh oleh tangan yg lain,

Jadi?
Terjemahkan sendiri apa kata saya barusan.
(saya bukan ahli dalam menyimpulkan.
syukron atas perhatiannya Ukhtii
(⌒˛⌒ )

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes