Sabtu, 25 Juni 2011

penjurusan

Penjurusan kali ini buatku mendewasakan diri, dan lagi membuatku untuk berpikir dua kali lebih matang.
Kemarin, sejujurnya hari yang membosankan. Amat membosankan (gak ketemu dia soalnya). Tapi kata 'bosan' untuk kemaren dapat aku tangkas! Kemaren adalah penjawab kegundahanku selama setahun, dimana aku sangat tak bisa tenang (lebey) menanti datangnya hari itu. Hari penentu masa depanku.
Pagi itu pagi yang amat sangat dingin , membuatku mengurunkan niatku untuk berangkat pagi-pagi. Kebetulah juga, misi buat bagi-bagi brosur dibatalin. Yess! Masih bisa nempel sama kasur. Tapi setelah sadar kalo hari ini tu saatnya buat ambil rapot, JLEGG.. Udah gak bisa tidur akuu -.-
Jam 10 tiba aku di sekolahku tercinta (mekso). Parkir motor dulu, sialnya sekolah 180 derajat jadi tambah bludag. Lima menit kuhabiskan waktu cuma buat ngantri mau markirin motor (sial sial sial)
Aku jalan menuju asana (seakan tak perduli rapotku) menemui kawanku yang telah menantiku jauh-jauh jam sebelumnya. Sempat tegur sapa sebentar, rupanya ibuku terlalu cepat ngambil rapotku.
Aku hampiri ibuku, (deg-deg-deg) dalam pijakan kakiku aku terus berdo'a dan berharap ada keajaiban datang. Belum ancang-ancang hatiku buat kecewa, ibuku uda ngomong sebelum aku nyampe, "Peringkatmu turun Hus," (OMG) Hati gua uda kretek-kretek pecah belah gatau gimana deh o(╥﹏╥)o shock tingkat akut.


bersambung :p

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes