Sabtu, 31 Desember 2011

『Buah Cinta dari Keikhlasan』

Judul          : Hafalan Shalat Delisa
Sutradara  : Sony Gaokasak
Skenario    : Armantono
Produksi    : PT. Kharisma Starvision Plus
Tahun rilis : 22 Desember 2011
Genre         : Drama
Pemain       : Nirina Zubir, Reza Rahardian, Chantiq Schagerl,Al Fathir Muchtar, Loide Christina Teixeira, Mike Lewis, Gina Salsabila, dll
Kawan, sudah pernah nonton film Hafalan Shalat Delisa? Berawal dari novel hingga film yg tak terlupakan. Apa bedanya Hafalan Shalat Delisa dengan hafalan shalatmu?
Film yang diangkat dari novel inspiratif karya Tere-liye berjudul Hafalan Sholat Delisa ini menceritakan seorang gadis berusia 7 tahun yang kehilangan segalanya, kecuali senyumannya. Dilatarbelakangi oleh tragedi tsunami yang melanda Aceh 7 tahun silam. Film ini diproduksi PT. Kharisma Starvision Plus yang disutradarai oleh Sony Gaokasak. Mulai ditayangkan tanggal 22 Desember 2011 serentak di seluruh bioskop di Indonesia bertepatan dengan hari Ibu. Film Hafalan Shalat Delisa ini tidak sedetail novelnya, namun film ini tetap berhasil membuat rongga dada penontonnya sesak hingga tak ragu menitihkan air mata.

Delisa (Chantiq Schagerl), adalah anak bungsu dari Abi Usman (Reza Rahardian) dan Umi Salamah (Nirina Zubir) yang tinggal di pesisir Lock Nga Aceh. Delisa memiliki 3 saudara kandung yaitu kak Fatimah (Ghina Salsabila), si kembar kak Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan kak Zahra (riska Tania Apriadi). Sungguh keluarga yang sakinah, tapi Abi tak bisa membersamai keluarganya karena harus mencari nafkah di kapal perusahaan asing.

Sebagai seorang anak muslim, Delisa kecil sedang bersiap menghadapi ujian hafalan shalat. Setiap hari yang Delisa bawa adalah buku hafalan shalat. Demi menyemangati anaknya, Umi menjanjikan Delisa kalung 'D untuk Delisa'.

Tiba tanggal 26 Desember 2004, Delisa ditemani Umi berangkat ke sekolah untuk ujian hafalan shalat. Tiba giliran Delisa, ustadz Rahman berpesan bahwa sholat harus dilakukan dengan khusyu'. Ketika baru saja Delisa melafalkan bacaan iftitah,  terjadi gempa dahsyat disusul tsunami. Namun, Subhanallah, Delisa tetap fokus dengan bacaannya sampai gelombang pasang telah menyeretnya dan menenggelamkan hampir seluruh penduduk Aceh.

Bagaimana dengan nasib Delisa? Seorang Relawan asing bernama Adam Smith berhasil menemukannya dengan luka dikaki kanannya. Lalu dibawanya menuju RS darurat. Disana Delisa dirawat oleh suster asing yang cantik bernama Sophie. Setelah siuman, dalam beraktifitas, Delisa banyak ditemani kak Sophie dan prajurit Smith. Dan ketika Delisa mempertanyakan dimana bagian dari kakinya dan sanak saudaranya, mereka dibuat bingung karena belum mengerti bahasa Indonesia.

Beberapa hari berlalu, setelah Abi pulang ke tanah air dan mencari kabar mengenai anak dan istrinya, akhirnya Abi dapat menemukan Delisa di Rumah Sakit darurat itu. Kemudian Abi memeluk erat anak bungsunya itu. Bagaimana tidak, berhari-hari Abi mencari keluarganya, yang ditemuinya adalah kabar duka ketiga anaknya telah meninggal sementara umi masih belum ditemukan.

Bagaimana Delisa menghadapi ujian hidupnya?
Pasca bencana yang menimpanya, Delisa dapat tegar dan bangkit dari kesedihannya. Ditemani orang-orang tersayangnya yang tersisa Abi, kak Smith, kak Sophie dan ustadz Rahman juga Umam temannya yang jail. Ia tetap bermain bola meski ia telah kehilangan sebelah kakinya. Cukup menyentuh, Delisa tetap seperti pribadi yang dulu, membawa keceriaan dan kehangatan bagi siapa saja yang mengenalinya.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan hafalan shalat delisa? Apakah Delisa dapat menyelesaikan hafalannya? Bencana yang dialami tak menghalanginya menghafal bacaan shalat, meski terkadang Delisa masih sering merindukan Umi, dan mencoba mengerti apa itu ikhlas. Lantas pada ending cerita Delisa dapat menjalani hidupnya dengan ikhlas dan mendapatkan kalung 'D untuk Delisa' dari Umi tercinta.
"Umi, Delisa cinta Umi karena Allah"
                                                            ***

Alhamdulillah, Begitu indah dan penuh kehangatan yang menyejukkan di awal ceritanya. Setiap celah ceritanya mengandung nilai-nilai pembelajaran: nilai keikhlasan, ketegaran, dan nilai agamis. Seperti contohnya ketika Delisa bilang “Delisa tidak mau hadiah apa-apa , Delisa cuma ingin sholat dengan benar dan ikhlas”, ketika tertimpa musibah pula, Delisa dapat bangkit. Film ini benar-benar layak untuk dipertontonkan semua usia, baik orang tua, remaja maupun anak-anak. Menjadikan kita termotivasi untuk menjadi insan yang bersyukur, beriman dan bertakwa.
Jadi sejauh mana kesungguhanmu dalam beribadah dibandingkan dengan Delisa?

Layaknya film adalah buatan manusia, pasti tidaklah sempurna. Saat saya melihat kejadian tsunami dalam film sangat terlihat bahwa tsunaminya tidak nyata dan sebuah animasi. Sayang sekali menjadi sedikit kecewa bagi khalayak yang telah membaca novelnya karena kejadian di film tidak sedetail novenya. Namun, alurnya sudah dapat disesuaikan dengan novel.

Secara keseluruhan film yang berdurasi sekitar 105 menit ini memiliki alur yang kokoh dan menarik, sehingga membuat para penontonnya tidak dapat beranjak dan melewatkan film ini sedetik pun.
Jadi jangan lewatkan film Hafalan Shalat Delisa ini! :)

Selasa, 27 Desember 2011

OST Hafalan Shalat DELISA - Lagu Ibu (Rafly+Chantiq)+Images

Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
kau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu, ooh di dalam nadiku

9 bulan ku dalam rahimmu
bersusah payah, oh ibu jaga diriku
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu

tiada ku mampu, membalas jasamu
hanyalah do'a oh di setiap waktu
oh ibu tak henti kuharapkan do'amu (2x)
mengalir di setiap nafasku (2x)


ibuuuuuuuuuuuuuu........... (3x)

Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
engkau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu oh di dalam nadiku

indah bercanda denganmu ibu
di dalam hati ku kini slalu merindu
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu

tiada ku mampu, membalas jasamu
hanyalah doa oh di setiap waktu
oh ibu tak henti kuharapkan doamu (2x)
mengalir di setiap nafasku (2x)
ibuuuuuuuuuu........ (3x)

“Allahummaghfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes